Jumat, 02 Agustus 2013

Ini Alasan Angka Kemiskinan Tidak Bisa Turun Signifikan




JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengungkapkan, tingginya inflasi berdampak pada angka kemiskinan yang tidak bisa turun secara signifikan.
"Walaupun tingkat pertumbuhan relatif tinggi, tetapi inflasi yang dirasakan oleh masyarakat miskin juga tinggi sehingga angka kemiskinan tidak dapat turun dengan signifikan," sebut Armida dalam acara buka puasa dengan wartawan, di kantor Bappenas, Jakarta, Senin (13/8/2012).
Dia menjelaskan, tingkat kemiskinan nasional mencapai 13,33 persen pada tahun 2010. Dan, persentase itu turun menjadi 12,49 persen pada Maret 2011. Sampai dengan September 2011, tingkat kemiskinan pun turun kembali menjadi 12,36 persen. Armida pun menyebutkan, angka kemiskinan pada Maret lalu menurun menjadi 11,69 persen atau sekitar 29,13 juta jiwa.
"Nanti akan ada perkembangan data terbaru pada September. Kami berharap pada 2012 bisa memasuki rentang 10,5 persen-11,5 persen," tambah dia.
Penurunan angka kemiskinan tersebut terjadi dengan tingkat pertumbuhan di atas 6 persen selama tahun 2010 hingga pertengahan 2012. Sekalipun demikian, Armida mengingatkan, inflasi yang dirasakan masyarakat miskin masih tinggi. Hal ini bisa dilihat dari poverty basket inflation sebesar 10,9 persen pada 2011, dan 6,52 persen, yang merupakan angka sementara, pada 2012.
Alhasil, kata dia, penurunan angka kemiskinan tidak bisa signifikan. Persentase hanya berkurang tipis. "Bahkan pada 2005, walaupun terjadi pertumbuhan, tapi poverty basket inflation tercatat sampai 12,87 persen karena ada kenaikan harga BBM, berdampak pada kenaikan angka kemiskinan, dari 15,97 persen menjadi 17,75 persen pada 2006," paparnya.
Ke depan, Pemerintah berharap angka kemiskinan terus turun. Tahun 2013, Pemerintah pun menargetkan kemiskinan menurun menjadi 9,5-10 persen. "Disparitas tingkat kemiskinan per wilayah juga diharapkan berkurang," lanjut dia.
Salah satu strateginya yakni rekonsolidasi Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan di Indonesia (MP3KI) melalui pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Program Penanggulangan Kemiskinan 2012-2014. "Kita mengarahkan program kepada peningkatan penghidupan (livelihood) untuk keluar dari garis kemiskinan," tandas Armida
Pendapat saya tentang hal ini adalah agar angka kemiskinan di Indonesia bisa turun secara signifikan dibutuhkan peran pemerintah agar dapat membuat masyarakat yg sejahtera dan aman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar